GMKI: Gojek dan Grab Untung Besar, Sudah Saatnya Bantu Negara

0
GMKI
Ketua Umum GMKI Jefri Gultom. (Foto:Pelopor/PB News/Ajoi)

Pelopor.id | Jakarta –Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jefri Gultom menyampaikan, sudah saatnya dua raksasa digital bidang jasa Gojek dan Grab membantu negara lantaran selama ini mereka sudah mengeruk keuntungan dari bisnisnya di Indonesia.

“Pemerintah selama ini sangat mendukung para Unicorn dan Start Up bisnis online. Gojek dan Grab sudah mengantongi keuntungan yang sangat besar selama menjalankan bisnisnya. Saatnya, pebisnis Gojek dan Grab membantu negara,” tutur Jefri berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Pelopor.id, Rabu, 21 Juli 2021.

Pernyataan Ketua umum GMKI ini seiring Viralnya di media sosial, komunitas driver ojol yang melakukan aksi konvoi di beberapa kota di Indonesia. Mereka adalah gabungan dari driver ojol Gojek dan Grab yang melakukan aksi karena mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis selama PPKM berlangsung. Sementara disisi lain, para pemilik dan pemodal terus mengalami keuntungan.

“Gojek dan Grab sudah mengantongi keuntungan yang sangat besar selama menjalankan bisnisnya. Saatnya, pebisnis Gojek dan Grab membantu negara.”

GMKI menilai, aksi konvoi tersebut seharusnya tidak terjadi, jika Gojek dan Grab membantu driver pada saat PPKM Darurat berlangsung.

Dengan tegas, Jefri Gultom meminta agar Perusahaan Gojek dan Grab memberikan dana insentif kepada para driver yang terdampak PPKM selama 1 bulan. Menurutnya, tidak semua daerah Indonesia menjalankan PPKM Darurat dan dalam bisnis ada disebut subsidi silang.

Gojek dan Grab
Ilustrasi driver Gojek dan Grab. (Foto:pelopor/Istimewa)

“Bantu Negara, alokasikan keuntungan perusahaan untuk membantu para driver di Jawa dan Bali,” tegas Jefri.

Lebih lanjut, GMKI menyoroti dampak ekonomi pada gelombang kedua covid 19 yaitu terjadinya penurunan daya beli, penurunan pendapatan masyarakat, meningkatnya kemiskinan serta banyaknya UMKM banyak mengalami resesi. Oleh sebab itu, GMKI menyerukan seluruh elemen baik pemerintah, mahasiswa dan seluruh masyarakat gotong-royong dalam menangani Covid-19 khususnya dampak ekonomi.

Mengenai hal ini, PP GMKI meminta perusahaan raksasa di Indonesia untuk tidak memotong gaji karyawan selama PPKM Darurat. Selain itu, Jefri Gultom mengajak masyarakat yang memiliki ekonomi menengah ke atas untuk membeli produk dan kebutuhan sehari hari pada UMKM sehingga tetap ada perputaran uang di masyarakat.

“Kita harus kampanyekan, Indonesia harus kuat! Oleh sebab itu, para pengusaha khususnya para raksasa digital jika yang selama pandemi mendapat suntikan dana dan keringanan operasional dari pemerintah, bantu dong negara melewati fase ini” tandas Jefri Gultom. []