Polri Buru 2 Warga China Pengelola Pinjol RP Cepat

- Editor

Jumat, 18 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelopor.id | Jakarta – Bareskrim Polri kembali mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan penipuan melalui aplikasi pinjaman online (pinjol) bernama RP Cepat. Pengungkapan ini, bermula dari laporan masyarakat terkait adanya aplikasi pinjaman dengan suku bunga tinggi.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Pol. Wisnu Hermawan menyebut, selama beroprasi aplikasi RP Cepat tidak memiliki legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Barang bukti yang ada berupa SIM Card dan alat-alat lainnya, mereka juga melakukan SMS blasting kepada para peminjam.

“Kami informasikan kepada masyarakat bahwa aplikasi RP Cepat tidak memiliki izin, secara legalitas perusahaan ini tidak memiliki izin. Ini sesuai dengan hasil penyelidikan langsung kami dan pihak OJK di lapangan,” tuturnya Wisnu berdasarkan keterangan tertulis, Jumat (18/6/2021).

Wadirtipideksus mengatakan, dalam menjalankan operasinya pihak pengelola aplikasi RP Cepat tersebut tidak memiliki tempat atau alamat perusahaan yang tetap.

“Mereka pindah-pindah, terakhir di Jakarta Barat terungkap perusahaan itu mengontrak rumah. Dari sini terdapat lima orang ditangkap dan dua orang yang diduga sebagai pengendali aplikasi masuk DPO, diduga warga negara asing dari China,” ungkapnya.



Dua orang DPO asal China itu yang berinisial GK dan XW ini diduga masih berada di Indonesia dan saat ini tengah dicekal pergi ke luar negeri oleh Dirjen Imigrasi.

Wisnu juga menegaskan, penetapan lima tersangka dan dua DPO ini bukan didasari penerapan suku bunga yang tinggi, tetapi juga terkait SMS blasting serta teror kepada peminjam uang sebelum tenggang waktu yang ditetapkan. Sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Baca Juga :   TNI Siap Bantu Kemensos Percepat Penyaluran Bantuan di Kawasan 3T

“Ini kita lihat melalui barang bukti yang ada berupa SIM Card dan alat-alat lainnya, mereka juga melakukan SMS blasting kepada para peminjam. Ini jelas sangat meresahkan meski korban mengalami kerugian yang sangat kecil, namun jumlahnya jika diakumulasikan sangat besar,” tandasnya. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indonesia Perlu Capai 5 Parameter ini untuk Jadi Negara Maju
Erick Thohir Komentari Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tembus 1 Juta
Organ Relawan Prabowo-Gibran, ARBI Gelar Dialog Dukung Kampanye Damai
Kerja Bareng Kertabumi, Gatsby Tanam 1000 Pohon Mangrove di PIK
Sejarawan dan Akademisi Desak Presiden Beri Gelar Pahlawan Nasional ke Tuan Rondahaim Saragih
DPR Usul Harga Gas Alam Rumah Tangga Disubsidi Seperti Gas Melon 3 Kg
Soal Kebijakan Hapus Wajib Skripsi, Begini Komentar DPR
DPR Dukung BPKH Bikin Hotel di Tanah Suci

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 17:13 WIB

Anas Alimi Janjikan Konsep Berbeda di Prambanan Jazz Fest 2024

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:23 WIB

Konser Ed Sheeran Pindah dari GBK ke JIS, Promotor Ungkap Alasan

Rabu, 28 Februari 2024 - 14:34 WIB

Swag Event Kehadiran Aimee Saras, Simalodra dan Randa Oktovandy

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:26 WIB

Ditulis di Amerika Serikat, Single Katakan Saja Milik Adikara Ferdy Resmi Dirilis

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:37 WIB

Thito Tangguh, Abe Lubis hingga Ka;Kei Tampil di Swag Event

Jumat, 16 Februari 2024 - 23:14 WIB

Memorabilia Perjalanan 50 Tahun God Bless Dipamerkan di Galeri Nasional

Minggu, 11 Februari 2024 - 15:00 WIB

Sambut Pemilu dan Imlek, Bella Fawzi Rilis Single Anggur Asmara

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:34 WIB

Pecah! Swag Event Hadirkan Uap Widya, Vin Idola Cilik dan Indra Sinaga

Berita Terbaru

Suasana konferensi pers program Ramadan Penuh Hikmah, MOJI. (Foto: Istimewa)

Selebriti

MOJI Siapkan Program Asik Temani Ramadan 2024

Kamis, 29 Feb 2024 - 00:59 WIB