Home / Tak Berkategori

Minta Jokowi Tutup Toba Pulp Lestari, 3 Aktivis Mulai Aksi Jalan Kaki Porsea-Jakarta

- Editor

Senin, 14 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis lingkungan Togu Simorangkir, (Senin, 14/06/2021) memulai aksi jalan kaki dari Porsea, Sumatera Utara ke Jakarta, untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memintanya menutup  PT Toba Pulp Lestari Tbk. (Foto:Pelopor/Fb Togu Simorangkir)

Aktivis lingkungan Togu Simorangkir, (Senin, 14/06/2021) memulai aksi jalan kaki dari Porsea, Sumatera Utara ke Jakarta, untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memintanya menutup PT Toba Pulp Lestari Tbk. (Foto:Pelopor/Fb Togu Simorangkir)

Pelopor.id | Jakarta, 14 Juni 2021 – Tiga aktivis lingkungan yaitu Togu Simorangkir, Anita Hutagalung dan Irwandi Sirait, hari ini Senin (14/06/2021) memulai aksi jalan kaki dari Porsea, Sumatera Utara ke Jakarta, untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mereka ingin meminta PT Toba Pulp Lestari Tbk. (TPL) ditutup, karena diduga telah merusak lingkungan dan ekosistem Danau Toba.

Para aktivis itu akan mulai berjalan kaki dari makam Raja Sisingamangaraja. Mereka dikawal oleh 11 orang dan dua mobil logistik.

Aktivis lingkungan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memintanya menutup PT Toba Pulp Lestari Tbk. (Foto:Pelopor/Fb Togu Simorangkir)

Togu Simorangkir memastikan, aksi ini tidak untuk menggalang dana dan diperkirakan akan memakan waktu selama 50-60 hari, dengan asumsi setiap hari berjalan kaki sejauh 40 kilometer.

Aksi jalan kaki ini berawal dari tragedi di Desa Natumingka, Kecamatan Borbor, pada 18 Mei 2021 lalu, ketika terjadi bentrokan antara masyarakat setempat dengan PT TPL karena masyarakat tidak mau lahan mereka ditanami eucalyptus. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun puluhan orang disebut mengalami luka-luka.

PT Toba Pulp Lestari Tbk. sudah berdiri sejak tahun 1989, dengan nama semula PT Inti Indorayon Utama, milik konglomerat Sukanto Tanoto.

Berdasarkan informasi di Wikipedia, sejak awal keberadaan pabrik pulp (bubur kertas) pertama di Indonesia ini memang sering mendapat protes dari aktivis lingkungan dan masyarakat setempat, karena dianggap telah mencemari daerah tersebut, melakukan deforestasi besar-besaran dan ketidakadilan perampasan tanah. []

Penulis: Cory

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Indonesia Ajak Negara G20 Restorasi Terumbu Karang

Berita Terkait

Peggy Gou hingga The Adams Masuk Line Up Resmi We The Fest 2024
BermusikGitar Gagas Kompetisi Gitar Bertajuk Strings of Glory 2024
Sambut Idul fitri, Jusuf Hamka Bagikan 300 Pasang Sepatu Pakalolo Secara Gratis
Politikus Boy Warongan Rilis Single Juang Angan Ciptaan Ade Paloh
Tiket Harga Khusus Synchronize Fest 2024 DiJual Bareng Rilis Video After Movie
Brian McKnight hingga Jessie J Jadi Bintang Tamu Konser David Foster di Indonesia
Smash hingga Agnez Mo Bakal Tampil di SOORA Music Festival 2024
Cakrawala Airawan dan Gemi Nastiti Bagi Pengalaman Bintangi Sinetron PPT Jilid 17

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 22:50 WIB

Peggy Gou hingga The Adams Masuk Line Up Resmi We The Fest 2024

Kamis, 18 April 2024 - 21:46 WIB

BermusikGitar Gagas Kompetisi Gitar Bertajuk Strings of Glory 2024

Kamis, 4 April 2024 - 19:17 WIB

Politikus Boy Warongan Rilis Single Juang Angan Ciptaan Ade Paloh

Jumat, 29 Maret 2024 - 01:47 WIB

Smash hingga Agnez Mo Bakal Tampil di SOORA Music Festival 2024

Selasa, 19 Maret 2024 - 22:09 WIB

Vokalis Grup Band SORE, Ade Paloh Meninggal Dunia

Jumat, 15 Maret 2024 - 13:22 WIB

Promotor Color Asia Live Boyong Alan Walker Konser di Indonesia

Kamis, 14 Maret 2024 - 04:11 WIB

Terinspirasi Pengalaman Nonton Festival Musik, Vania Abby Lepas Single LouD!

Kamis, 14 Maret 2024 - 01:38 WIB

Gandeng Mustafa DEBU, Indomusik Team Rilis Single Religi Bertajuk IMA

Berita Terbaru