Pelopor.id – Produsen cip Nvidia Corp, digugat oleh Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC). Bloomberg melaporkan, gugatan tersebut untuk mengagalkan rencana akuisisi Nividia terhadap Arm Ltd senilai US$ 40 miliar.
Sebelumnya, Nvidia mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Arm Ltd. pada September 2020. Akuisisi ini, selain merupakan akuisisi terbesar dalam sejarah industri cip, juga akan meningkatkan bisnis dari segala lini mulai dari sektor otomotif hingga smartphone.
FTC beralasan, akuisisi itu merupakan ancaman serius bagi inovasi semikonduktor. Adapun Analis Wedbush Securities, Matt Bryson mengatakan bahwa transaksi ini memang sulit untuk disetujui regulator.
“Komunitas investasi memiliki pendapat yang kurang lebih sama,” tutur Bryson.
FTC khawatir, dengan mengakuisisi Arm, Nvidia akan mengontrol desain cip yang digunakan oleh perusahaan teknologi terbesar di dunia, termasuk smartphone, peralatan pabrik, dan pembuat mobil.
Meski FTC telah mengumumkan gugatannya, saham Nvidia malah naik 2,2% dan ditutup pada level US$ 321,26 per saham pada Kamis (2/12/2021).
“Komisi Perdagangan Federal menggugat untuk memblokir merger cip semikonduktor terbesar dalam sejarah untuk mencegah konglomerat cip menghambat akses inovasi untuk teknologi pada generasi berikutnya,” ucap Kepala Biro Persaingan Komisi Holly Widowah.
Nvidia sendiri, merupakan produsen semikonduktor terdaftar paling berharga di dunia. Sedangkan Arm yang dimiliki oleh SoftBank Group, melisensikan teknologinya ke ratusan perusahaan tanpa bersaing dengan satu perusahaan mana pun.
Semua produsen cip utama adalah pelanggan Arm, termasuk Qualcomm, Intel, dan Advanced Micro Devices, yang bersaing langsung dengan produk Nvidia. [}












