Proyek Kereta Cepat Akhirnya Pakai APBN, Faisal Basri: Sampai Kiamat Tidak Balik Modal

- Editor

Kamis, 14 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kereta cepat. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Ilustrasi kereta cepat. (Foto: Pelopor/Unsplash)

Pelopor.id | Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang mengalami pembengkakan biaya, akhirnya diputuskan untuk lanjut dengan dukungan APBN.

Awalnya, proyek ini memang digagas secara bussines to bussines, bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengatakan proyek kereta cepat ini tidak akan dibiayai negara. Namun dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021, kereta cepat Jakarta-Bandung kini boleh dibiayai APBN.

Biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diprediksi melonjak hingga mencapai US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 26,9 triliun (dalam kurs Rp 14.200). Dengan demikian total nilai proyek kerja sama Indonesia-China ini telah menembus US$ 7,9 miliar atau setara Rp 113 triliun.

Menanggapi hal ini, Ekonom Faisal Basri menilai, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan sulit balik modal, meski menjual tiket dengan harga mahal. “Sebentar lagi rakyat membayar kereta cepat. Barang kali nanti tiketnya Rp 400.000 sekali jalan. Diperkirakan sampai kiamat pun tidak balik modal,” kata Faisal dalam sebuah webinar, dikutip pada Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Luhut Pandjaitan Resmi Pimpin Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Berbeda dengan Indonesia, Malaysia justru menghentikan proyek kereta cepatnya ketika mengalami pembengkakan biaya.

Berdasarkan data-data dari berbagai sumber yang dirangkum Pelopor, Malaysia pada akhir 2020 menghentikan Proyek High-Speed Rail (HSR) yang telah disepakati sejak 2016. Proyek itu digarap bersama Singapura untuk menghubungkan Singapura dan Kuala Lumpur.

Jika proyek itu terealisasi, maka dapat menghemat waktu tempuh dari sekitar 4 jam menjadi hanya 90 menit. Perekonomian Malaysia yang terdampak pandemi menjadi salah satu alasan penghentian proyek kereta cepat itu.

Baca juga: Singapura Izinkan Wisatawan dari 11 Negara Masuk Tanpa Karantina

“Kedua pemerintah telah melakukan beberapa diskusi terkait perubahan tersebut dan belum dapat mencapai kesepakatan. Oleh karena itu, Perjanjian HSR telah berakhir pada 31 Desember 2020,” kata para pemimpin Malaysia-Singapura, seperti dikutip dari Channelnewsasia.

Baca Juga :   Menpora: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah ASEAN Para Games 2022

Malaysia lebih memilih membatalkan proyek tersebut, meski harus membayar kompensasi kepada Singapura untuk biaya pembangunan yang sudah dikeluarkan. Tercatat hingga Maret 2021, Malaysia diketahui telah membayar kompensasi SGD 102 juta, sedangkan biaya yang telah dikeluarkan Singapura untuk proyek tersebut mencapai lebih dari SGD 270 juta. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aston Villa Siap Panaskan GBK Lawan Indonesia All Stars
Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Portal Berita Reallist Media: Menyajikan Hiburan dan Lifestyle dengan Cara Berbeda
Bank Jakarta Gandeng Jakmania Wujudkan Inklusi Keuangan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:51 WIB

Visiting Jakarta Dukung Remember Fest 2026 Promosikan Pariwisata Kreatif

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:04 WIB

Billboard “Welcome To The” Muncul di Bundaran HI, Publik Kaitkan dengan Guns N’ Roses

Senin, 22 Juni 2026 - 00:55 WIB

Ini Lirik Lengkap Lagu Anakmu Slalu Cinta Milik Lindee Cremona

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:05 WIB

Duo Antonia Resmi Rilis Mini Album Suara Hati

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:16 WIB

Man Sinner Tampil di Pasar Seni Ancol untuk JAKALCER FEST 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:39 WIB

Anakmu Slalu Cinta Jadi Single Terbaru Lindee Cremona

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:07 WIB

Jakarta Indiesphere 2026: Melting Pot Kreativitas Indie Ibu Kota

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:49 WIB

James F. Sundah Foundation Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta

Berita Terbaru

Tim sepakbola Aston Villa bakal bertanding melawan Indonesia Allstar pada Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Nasional

Aston Villa Siap Panaskan GBK Lawan Indonesia All Stars

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:59 WIB

Grup musik, Duo Antonia. (Foto: Istimewa)

Musik

Duo Antonia Resmi Rilis Mini Album Suara Hati

Minggu, 21 Jun 2026 - 23:05 WIB