Jakarta – Ribuan penonton berteriak histeris saat King Nassar naik ke panggung utama PRSU 2026. Malam itu, suasana berubah jadi pesta rakyat.
Lagu-lagu dangdut andalan Nassar dinyanyikan bersama ribuan pengunjung, menciptakan atmosfer yang penuh energi dan kebahagiaan.
Konser King Nassar menjadi bukti bahwa PRSU kini bukan lagi sekadar pasar malam. PRSU ke-50 tampil sebagai festival modern yang mempertemukan hiburan, budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan.
Penampilan musisi nasional seperti Raim Laode, MALIQ & D’Essentials, dan Ghea Indrawari semakin melengkapi kemeriahan.
Yang menarik, PRSU 2026 digelar tanpa dana APBN maupun APBD. Semua berjalan berkat kolaborasi berbagai pihak dan pengelolaan profesional. Hasilnya, masyarakat bisa menikmati festival berkualitas dengan harga tiket terjangkau.
Tokoh masyarakat Rahmat Shah yang hadir malam itu mengajak masyarakat untuk datang.
“Acaranya sangat baik. Semua produk dari Sumatera Utara ada di PRSU. Mulai dari kabupaten dan kota, pertunjukan seni, bintang-bintang ibu kota, hingga kuliner daerah,” tutur Rahmat Shah.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk datang. Ini kebanggaan kita bersama,” ujarnya.
Dengan satu tiket, pengunjung bisa menikmati konser artis nasional, pertunjukan budaya, pameran produk unggulan, kuliner khas, hingga aktivitas keluarga.
PRSU 2026 membuktikan bahwa festival daerah bisa naik kelas menjadi ruang publik modern. Malam bersama King Nassar hanyalah salah satu bukti bahwa PRSU kini menjadi kebanggaan Sumatera Utara. []












