Jakarta – Di sebuah sore yang tenang, Lindee Cremona duduk di ruang rekaman dengan mata yang berbinar. Di hadapannya, sebuah mikrofon menangkap setiap nada yang ia lantunkan. Lagu terbarunya, “Anakmu Slalu Cinta”, bukan sekadar karya musik, melainkan sebuah cerita yang lahir dari kerinduan seorang anak kepada ayahnya.
Liriknya sederhana, namun setiap kata terasa seperti potongan kehidupan sehari-hari: ayah yang berangkat lebih pagi, pulang dengan lelah, dan anak yang menunggu dengan cinta yang tak pernah berkurang.
Ditulis oleh Albert Kenchen dan diproduseri oleh Pace Kribo, lagu ini menghadirkan nuansa pop balada dengan sentuhan tradisional melalui calimba dan gamelan. Perpaduan itu membuat musiknya terdengar hangat, seolah membawa pendengar kembali ke rumah, ke momen-momen kecil yang sering terlewat.
Tim produksi Lindee menyebut karya ini sebagai salah satu yang paling istimewa.
“Melodi yang hangat berpadu dengan lirik yang menyentuh menjadikan lagu ini penghormatan bagi para ayah yang tak pernah berhenti berjuang,” ungkap mereka.
Lindee sendiri, dengan suara yang tulus dan penuh penghayatan, mengaku bahwa lagu ini adalah bentuk rasa syukur.
“Lewat lagu ini, aku ingin semua orang mengingat bahwa cinta seorang anak tidak pernah berkurang, meski waktu kebersamaan terasa singkat,” katanya.
Baginya, musik adalah cara untuk menyampaikan hal-hal yang sering kali sulit diucapkan.
Single “Anakmu Slalu Cinta” bukan hanya lagu tentang kerinduan, tetapi juga pengingat untuk menghargai setiap momen bersama keluarga.
Lagu ini mengajak pendengar untuk mengenang, merayakan, dan merasakan cinta yang selalu ada, meski tak selalu terucap. []












