Pelopor.id – kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pembangunan pertanian Indonesia agar full mekanisasi sebagaimana sektor pertanian negara-negara maju. Salah satu upayanya adalah melalui program Taksi Alsintan (alat mesin pertanian).
Direktur Alsintan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan Andi Nur Alam Syah mengatakan, Taksi Alsintan merupakan program penyediaan alsintan secara mandiri melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan program tersebut, petani bisa dengan mudah memiliki Alsintan tanpa harus lagi mengandalkan bantuan pemerintah.
Hal ini disampaikan Andi Nur Alam Syah pada acara penyerahan Alsintan untuk pengembangan program Taxi Alsintan melalui KUR di Balai Besar Penilitian Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat.
“Hari ini di Subang, Kementan realisasikan 36 unit combine harvester dan 4 unit traktor roda empat untuk Provinsi Jawa Barat dan untuk Kabupaten Subang sendiri 3 unit combine harvester dan 2 unit traktor traktor roda dua,” tuturnya , Sabtu (26/2/2022).
Nur Alam juga menyampaikan, realisasi penyaluran Alsintan di Provinsi Jawa Barat akan terus ditingkatkan volumenya dan selanjutnya diklasterkan untuk terkoneksi dengan Taxi Alsintan.
Provinsi Jawa Barat sebagai sentra produksi pangan khususnya padi nasional, lanjut Nur Alam, harus ditopang penuh dengan hadirnya Taxi Alsintan sehingga dapat menghadapi dampak perubahan iklim ekstrem sehingga kedepannya penyediaan pangan tetap terjamin bahkan surplus yang dapat digunakan untuk ketahanan pangan nasional bahkan ekspor.
“Bantuan alsintan yang dikucurkan pemerintah selama ini sudah banyak namun pengelolaannya kurang optimal. Nah, dengan Taxi Alsintan menjadikan petani dan kelompok tani maupun Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) tertransformasi menjalankan usahanya menjadi sebuah bisnis yang lebih modern. Usaha tani menjadi lebih efisien dan keuntungan yang diterima pun menjadi berlipat,” tegas Nur Alam.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah berkolaraborasi dengan pihak perbankan dan perusahaan penyedia alsintan sehingga sejumlah problem dalam proses penyaluran KUR alsintan bisa teratasi dan para petani bisa langsung mendapatkan alsintan yang dikehendakinya.
“Dengan perbankan dan penyedia, kita sepakat mempermudah payment (DP) atau uang muka KUR alsintan. Petani kini hanya terbebani DP 10 persen yang sebelumnya 30 persen dan penyedia alsintan siap membantu membayarkan DP 20 persen,” tandasnya.

Sebelumnya, Mentan SYL mengatakan program Taxi Alsintan merupakan langkah kongkret mendorong pembangunan pertanian berbasis mekanisasi modern dalam jumlah besar di tingkat petani secara mandiri, dimana tidak lagi mengandalkan bantuan bersumber dari APBN.
Taxi Alsintan adalah terobosan baru dan jawaban pembangunan pertanian Indonesia saat ini agar full mekanisasi sebagaimana sektor pertanian negara-negara maju yang tingkat produksinya tinggi dan kualitas pangan yang dihasilkan pun tinggi.
“Dengan Taxi Alsintan, semua orang bisa memiliki alsintan secara pribadi dengan kita gunakan KUR, kemudian menggunakan sistem bagi hasil dengan petani. Kami masih butuh 1 juta alsintan untuk meningkatkan produktivitas, 1 traktor sehari bisa 4 hektar, waktu pengolahan lahan harus cepat, lahan jangan dibiarkan lama tidak ditanami. Paling lama 5 hari lah. Maka, olah lahan harus dikebut, pakai mekanisasi semua, sehingga bisa tercapai 1 tahun 4 kali panen,” pungkas Mentan. []












