Pelopor.id – Pengrajin tempe tahu menjerit terkait kenaikan harga impor kedelai. Kenaikan harga kedelai membuat ribuan pengrajin tahu dan tempe di dalam negeri gulung tikar. Bahkan kini jumlahnya menyusut sampai 20 persen atau sebanyak 30.000 unit berdasarkan data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo).
Terkait hal ini, anggota Komisi VI DPR RI Elly Rachmat Yasin mendesak pemerintah untuk mengendalikan harga kedelai yang hargannya saat ini merangkak naik. Menurutnya, kenaikan harga kedelai itu, membuat para perajin tahu dan tempe tercekik.
“Kasihan para perajin tahu dan tempe kalau harga kedelai fluktuatif, apalagi melambung tinggi. Kenaikan harga kedelai ini membuat perajin tahu dan tempe sulit mendapatkan untung,” tutur Elly dikutip dari laman resmi DPR Sabtu, 19/02/2022).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini pun meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar menetapkan harga kedelai impor yang stabil. Sehingga, tidak ada lagi perubahan atau fluktuasi harga yang mempersulit perajin tahu dan tempe.
Selain itu, Elly juga memberi solusi jangka panjang dengan meminta pemerintah mengurangi ketergantungan impor kedelai. Ia berharap adanya langkah sistematis guna meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.

“Saatnya sekarang pemerintah mengurangi ketergantungan dengan impor kedelai dan meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Kalau masih tergantung dengan impor, Indonesia tidak bisa mengendalikan harga kedelai,” tegas legislator dapil Jawa Barat V itu.
Ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai, menurut Elly masih tinggi. Impor kedelai, mencapai 80 persen lebih untuk kebutuhan nasional setiap tahunnya. Sehingga Indonesia menjadi sangat tergantung dengan negara pengekspor.
“Saat harga kedelai di negara pengekspor naik, begitu juga harga kedelai di dalam negeri, sehingga harga kedelai mengalami fluktuasi,” tandasnya.
Sebelumnya, Kemendag menyampaikan harga kedelai dunia pada minggu pertama Februari 2022 mencapai 15,77 dolar AS per gantang. Harga tersebut diperkirakan naik terus hingga Mei 2022, menjadi 15,79 dolar AS per gantang.
Kenaikan harga itu, berdampak harga kedelai di tingkat importir Indonesia pada minggu pertama Februari 2022 yang tembus hingga Rp11.240/kilogram. Terlebih, jika harga kedelai impor mencapai Rp12.000/kilogram, diprediksi harga tempe akan naik menjadi Rp300 per kg dan harga tahu naik Rp50 per potong. []












