Jakarta – Senin malam di Casatopia Cafe, Cipete, menjadi ruang pertemuan bagi lima musisi dengan karakter unik dalam gelaran Main-Main di Cipete Vol. 34.
Dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno, acara ini menjadi bagian dari rangkaian menuju satu tahun Main-Main di Cipete.
Tavisha membuka malam dengan pop-folk yang lembut dan menyentuh. Mereka membawkaan karya orisinilnya semisal Rana dan Sembuh Bersama Waktu dengan begitu manis.
Ajojing yang hadir memperkenalkan single terbaru berjudul Ghosting, tampil membawa energi EDM koplo yang segar.
Malam kian ceria sewaktu grup band rock alternatif pendatang baru, Paman tampil dengan kejujuran emosional lewat single debut mereka bertajuk Kesal.
Grup band Rocker Kasarunk menyuguhkan pop-rock bernuansa 70-an. Unit yang digawangi Ferdy Tahier ini membawakan lagu teranyar miliknya berjudul Aku Sedang Tak Percaya Diri.
Unit skatepunk asal Jakarta, Man Sinner menutup dengan semangat punk yang lantang. Mereka membawakan materi dari album miliknya yang berjudul Bumi Menangis, termasuk lagu andalan bertajuk Akhiri Perpecahan.
Program musik independen, Main-Main di Cipete Vol. 34 ditutup dengan semarak. Acara ini kembali membuktikan bahwa musik independen Indonesia punya ruang untuk tumbuh, bereksperimen, dan menyentuh hati. []












