The Rooftop Festival Hadir di Pasar Prawirotaman Yogyakarta

- Editor

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi The Rooftop Festival Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Dokumentasi The Rooftop Festival Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Yogyakarta tak kehabisan cara untuk menyapa warganya dengan cara yang segar dan bermakna. Salah satunya lewat The Rooftop Festival, yang digelar pada 25–27 Juli 2025 di Studio 103, lantai atas Pasar Prawirotaman.

Bukan di gedung konser, bukan pula di ruang galeri, melainkan di atas pasar rakyat yang hidup dan penuh cerita.

Begitu matahari mulai condong ke barat pukul tiga sore, satu per satu komunitas kreatif mulai menyapa pengunjung.

Musik keroncong mengalun dari SMM, Adit Doodleman melukis dengan gaya khasnya, Wayang Polah beradu gagasan dengan Wayang Merdeka, sementara Aku Sara dan Kelompok Ceting membuka ruang untuk dialog lebih intim.

Kemudian ada pula Geger Boyo, instalasi seni yang berjalan seperti urat nadi di sepanjang venue, menuntun langkah dari satu sudut ke sudut lainnya.

Suasana rooftop terasa seperti taman kota di langit. Ada Pasar Lawasan untuk bernostalgia, Pojok Dolanan yang mengajak anak-anak dan orang dewasa bermain bersama, area thrifting untuk berburu barang unik, hingga Mlaku Sek Dab, tur jalan kaki yang menjelajahi sisi-sisi tak terduga dari lingkungan sekitar.

Menurut Veronica Ambar Ismuwardani, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, festival ini bukan hanya agenda seni, tapi juga strategi ruang hidup.

“Kami ingin ruang seperti pasar rakyat tidak hanya jadi pusat ekonomi, tapi juga simpul komunitas. Tempat bertemu, berkolaborasi, dan saling menguatkan,” tuturnya.

Selama tiga hari, langit di atas Prawirotaman dipenuhi musik, seni, obrolan, dan tawa. The Rooftop Festival bukan sekadar acara—ia adalah pengalaman tentang cara baru memaknai kota, tentang bagaimana ide bisa tumbuh di tempat yang tak biasa.

Dan ketika festival usai, Studio 103 tetap tinggal di sana: sebuah ruang vertikal yang menyimpan harapan akan kolaborasi yang berkelanjutan. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Tano Aura, Lavie Band, The Dramma dan Fia Fellow Tampil di Swag Event Edisi 95

Berita Terkait

Mahia, Maseja dan Chrisalia Jadi Sorotan di Main-Main Cipete Vol. 39
Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage
Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026
Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh
Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)
Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah
People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego
Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)
Studio 103 Rooftop Pasar Prawirotaman menjadi saksi lahirnya The Rooftop Festival pada 25–27 Juli 2025.

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:20 WIB

Mahia, Maseja dan Chrisalia Jadi Sorotan di Main-Main Cipete Vol. 39

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:09 WIB

Unit Skatepunk, Man Sinner Getarkan Kopi Wangsa Bogor di Buitenstage

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:10 WIB

Tanah Air Project Hadirkan Pesan Toleransi di Festival Gospel Gifest 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:25 WIB

Man Sinner Tutup Swag Event Episode 130 dengan Energi Penuh

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:46 WIB

Ifan Seventeen Sentuh Hati Pendengar Lewat Single Jangan Paksa Rindu (Beda)

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Berita Terbaru