SaladKlab Gebrak Kancah Musik Elektronik Lewat EP No Wassap

- Editor

Selasa, 17 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unit musik elektronik, SaladKlab. (Foto: Istimewa)

Unit musik elektronik, SaladKlab. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Dunia musik elektronik selalu berkembang, menghadirkan inovasi di setiap ketukannya.

Di tengah dinamika ini, lahirlah SaladKlab, sebuah kolektif yang tidak hanya menyatukan empat individu dengan latar belakang berbeda tetapi juga merangkum filosofi keberagaman dalam musik elektronik.

Berawal dari proyek kecil dua musisi, Fickry dan Coki (NTRL), yang menciptakan lagu tech house berjudul No Wassap dan Play Right, kolaborasi ini berkembang pesat ketika mereka mengajak Bagusikalisasi dan Indra7 untuk menghadirkan warna baru lewat versi remix mereka.

Awalnya, proyek ini hanyalah sebuah eksperimen. Namun, seiring dengan semakin intensnya komunikasi dan pertemuan, gagasan untuk membentuk kolektif yang lebih serius pun mulai tumbuh.

Nama SaladKlab muncul dari percakapan sederhana yang nyaris terlupakan—sebuah obrolan mengenai makanan sehat di tengah pola makan yang sering kali asal-asalan. Namun, di balik kejenakaan nama tersebut, tersimpan filosofi yang kuat.

Seperti salad yang terdiri dari berbagai bahan dengan rasa dan tekstur berbeda, para anggota SaladKlab juga membawa identitas musikalnya masing-masing, menghasilkan harmoni unik tanpa kehilangan karakter individu.

Debut kolektif ini diwujudkan dalam sebuah EP bertajuk No Wassap, yang dirilis melalui label elektronik Jepang, Housetribe Recordings.

Pilihan nama EP tersebut bukan tanpa alasan—Housetribe melihat potensi besar dalam track ini untuk masuk ke chart digital seperti Beatport dan Traxsource, sebuah langkah strategis yang semakin memperkuat posisi SaladKlab dalam kancah musik elektronik global.

Ke depan, SaladKlab bertekad untuk terus menghadirkan musik elektronik yang tidak hanya inovatif tetapi juga merepresentasikan keanekaragaman dan kebebasan berekspresi.

Di dunia yang terus berubah, kolektif ini membuktikan bahwa perbedaan bukanlah hambatan, melainkan kekuatan yang menyatukan. []

Facebook Comments Box
Baca Juga :   Ridwan Kamil Dukung Penyelenggaraan MyFest.id di Cimahi

Berita Terkait

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah
People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego
Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)
Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu
Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK
Pindah Lokasi Konser, Dream Theater Siap Guncang Beach City International Stadium
Idgitaf Ungkap Kecemasan dan Harapan Lewat Single Rutinitas
Gerakan Warga Wargi Menanam Warnai Penjualan Tiket Synchronize Fest 2026
Sebuah kolektif musik baru bernama SaladKlab resmi meluncur ke permukaan dengan sajian elektronik

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:05 WIB

People Sweet Tawarkan Refleksi Sosial Lewat Single Parade Ego

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:49 WIB

Man Sinner Gunakan Visual Banjir dan Eksploitasi Hutan di Video Klip Single Bumi Menangis (Unplugged)

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:47 WIB

Yure Andini Tawarkan Warna Musik Keroncong Modern Lewat Single Ya Kamu

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:46 WIB

Konflik Royalti Musik Rp 14 Miliar, LMKN Dilaporkan ke KPK

Selasa, 6 Januari 2026 - 03:08 WIB

Idgitaf Ungkap Kecemasan dan Harapan Lewat Single Rutinitas

Sabtu, 27 Desember 2025 - 01:23 WIB

Gerakan Warga Wargi Menanam Warnai Penjualan Tiket Synchronize Fest 2026

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:24 WIB

Eksplorasi Musik Tanpa Batas ala Patrick Lesmana dalam EP Yabai

Berita Terbaru

Dokumentasi Boleh Gig edisi 7 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Musik

Musafat Tutup Boleh Gig 2026 dengan Single Tersenyumlah

Minggu, 11 Jan 2026 - 21:26 WIB