Dede Yusuf: Anggaran Kurang dari Rp 3 Triliun, Sandiaga Uno Jungkir Balik Sehatkan Sektor Parekraf

- Editor

Senin, 1 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi. (Foto: Pelopor.id/drp.go)

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi. (Foto: Pelopor.id/drp.go)

Pelopor.id | Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi menilai, pemerintah kurang serius memperhatikan sektor pariwisata sebagai sebuah kekuatan devisa. Hal ini bisa dilihat dari minimnya anggaran yang dialokasikan untuk sektor tersebut yang tidak sampai Rp3 triliun rupiah.

“Anggaran yang diberikan kurang dari Rp3 triliun, artinya pemerintah kelihatannya tidak serius juga untuk melihat sektor pariwisata ini sebagai sebuah kekuatan devisa. Karena bagaimana mau mancing Rp150-200 triliun di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata kalau anggaran yang diberikan hanya di bawah Rp3 triliun,” ucap Dede Yusuf saat diwawancarai Senin, (01/08/2022).

Oleh sebab itu, menteri yang bersangkutan yakni Sandiaga Salahudin Uno harus “jungkir balik” menyehatkan sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) yang baru mulai bangkit setelah dalam dua tahun belakangan ini mati suri akibat Pandemi Covid-19.

“Pak Sandi ini saya akui jungkir balik dia, untuk katakanlah membuat sedemikian rupa sektor pariwisata yang terpuruk kemarin akhirnya kini bisa kembali bangkit,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Barat periode 13 Juni 2008 – 13 Juni 2013 ini.

Kolase foto Sandiaga Uno dan Dede Yusuf. (Foto: Pelopor.id/Istimewa)
Kolase foto Sandiaga Uno dan Dede Yusuf. (Foto: Pelopor.id/Istimewa)

Namun, Sandiaga dinilai tidak mampu berbuat banyak lantaran dari apa yang Dede Yusuf dengar, kebijakan bukan dikeluarkan oleh Kemenparekraf sehingga mau tak mau dia harus berhadapan dengan stakeholder pariwisata yang saat ini masih sangat terpuruk.

“Saya sekali lagi cukup kasihan dengan beliau karena kelihatannya beliau ini tidak cukup mampu berbuat banyak ketika kebijakan bukan dikeluarkan oleh kementeriannya dia. Dulu ketika Borobudur, ketika DPR protes, katakanlah kita menganggap kok nggak masuk di akal, maka Pak Sandi kemudian bertemu dengan Kemenko Marves (Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi) dan akhirnya bisa ditunda kenaikan Borobudur,” ungkapnya.

Baca Juga :   Startup Filipina Voyager Innovations Raih Investasi Rp 3 Triliun

Terkait kenaikan harga tiket Taman Nasional (TN) Komodo, Dede Yusuf mengimbau agar kenaikan ditunda hingga Pemerintah bisa menjelaskan kepada Komisi X DPR RI mengapa kenaikannya bisa mencapai Rp3,75 juta.

“Saya berharap dalam masa sidang yang akan mendatang ini tanggal 17 Agustus ke depan kita bisa diskusi antara Menteri Pariwisata dengan komisi 10. Karena komisi 10 bagaimanapun juga mewakili suara masyarakat. Jadi, kita harapannya kepada pemerintah kita mengimbau agar kenaikan ini coba ditunda dulu sampai pemerintah bisa menjelaskan kepada DPR mengapa angka naiknya harus segitu,” tandasnya.

Dede Yusuf juga menekankan agar Pemerintah dalam mengambil kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak agar didiskusikan terlebih dahulu kepada DPR RI.

Baca Juga :   Israel Serang Palestina, Fadli Zon: PBB Harus Revisi Kendali Akses Al-Aqsa

Tolong diskusikan terlebih dahulu dengan DPR ketika itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi ingat ya walaupun itu domainnya pemerintah menaikkan tiket, tetapi ketika ada ribuan orang dari sektor ini, dan ribuan orang ini terganggu, pasti DPR juga harus melihat ini sebagai sesuatu yang perlu menjadi atensi publik,” tandasnya. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth Diduga Terobos Jalur Transjakarta dan Maki Polisi
Jakarta International Pet Show 2026 Siap Hadir di NICE PIK 2
Aston Villa Siap Panaskan GBK Lawan Indonesia All Stars
Klinik Utama GP+ Medical & Paincare Resmi Dibuka di Kebon Jeruk, Jakarta
Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Dorong Transaksi Non Tunai, Bank Jakarta Dukung Sistem Pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:52 WIB

Lesti Kejora Jadi Kolaborator di Konser 30 Tahun UNGU

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:41 WIB

Hadirkan King Nassar, PRSU 2026 Gabungkan Musik, Budaya, dan Identitas Sumatera Utara

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:54 WIB

Porosatas Buka Babak Baru Lewat No Love! (Alternate Version) Bareng Yuke Sampurna

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kohi Sekai Hadirkan Semangat Bangkit dan Bertahan di Album Future

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:50 WIB

Donne Maula Rilis Harum, Lagu Tentang Alasan Tetap Berjuang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:36 WIB

INDAHKUS Makin Cegil di Single Baru Bertajuk Bentar Lagi Sayang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:41 WIB

Eks Gitaris ERK, Reza Ryan Perkenalkan Proyek Solo Kantusfirmus Lewat Bintang Magnolia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:47 WIB

Project Pop Bakal Rayakan 30 Tahun dengan Konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Berita Terbaru

Penyanyi dangdut, Lesti Kejora. (Foto: Istimewa)

Musik

Lesti Kejora Jadi Kolaborator di Konser 30 Tahun UNGU

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:52 WIB

Momen aktor laga Tom Cruise berpidato di Seremonial Penutupan Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Internasional

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Senin, 20 Jul 2026 - 17:58 WIB