Pelopor.id | Pemerintah terus berupaya menekan angka kasus Covid-19 yang didominasi varian Omicron, antara lain dengan melakukan upaya pencegahan dan mendorong laju vaksinasi. Strategi itu terbukti efektif menekan jumlah pasien Covid yang dirawat di rumah sakit.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, hingga Jumat (11/02/2022) pukul 17.00 WIB, pasien yang dirawat di rumah sakit mencapai 29 persen dari total kapasitas tempat tidur dan isolasi yang disediakan untuk pasien Covid secara nasional. Sebagian besar dari pasien tersebut memiliki gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG).
Selain mengimbau pasien gejala ringan dan OTG untuk melakukan isolasi mandiri dan terpadu, pemerintah juga terus menggencarkan testing. Hingga Kamis (10/02/2022), pemerintah sudah melakukan tes terhadap sekitar 400 ribu spesimen per hari.
Kemudian, pemerintah juga terus mendorong program vaksinasi nasional. Adapun hingga 11 Februari 2022 pukul 18.00 WIB, ada 187,94 juta (90,24 persen) masyarakat Indonesia telah divaksinasi dosis pertama dan 134,74 juta (64,70 persen) telah divaksinasi dosis kedua.
Pemerintah mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk mengikuti program vaksinasi, baik dosis primer maupun dosis lanjutan atau booster.
“Data Kemenkes periode 21 Januari – 8 Februari 2022 menunjukkan dari 487 pasien Covid-19 yang meninggal, 66 persen di antaranya belum divaksinasi lengkap,” ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes.
Ia menjelaskan, jarak waktu terbaik untuk mendapatkan dosis booster adalah minimal enam bulan setelah menerima vaksinasi kedua.
Kemudian, jika seseorang mendapatkan booster di bulan ke 6-9, maka antibodi yang diproduksi bisa sampai 12,5 – 88,9 kali lipat, tergantung merek vaksin booster yang digunakan.
Ia pun kembali menegaskan cara terbaik mencegah Covid-19 adalah melengkapi vaksinasi bersama protokol kesehatan yang disiplin seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. []












