Pelopor.id | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani berharap temuan sel kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin diusut tuntas.
Kasus ini berawal dari laporan Migrant Care, setelah Bupati Langkat nonaktif terseret kasus suap. Migrant Care menyampaikan bahwa kerangkeng digunakan untuk menampung pekerja kelapa sawit.
Ada puluhan orang yang disebut berada dalam sel kerangkeng itu. Migrant Care juga mengungkap bahwa puluhan orang itu harus bekerja di kebun sawit milik Bupati selama lebih dari 10 jam per hari.
Selain itu, para pekerja juga tidak digaji hingga ada yang mengalami penganiayaan. Migrant Care telah melaporkan kasus ini ke Komnas HAM.
“Saya minta jangan sampai ada lagi perbudakan di mana pun di Tanah Indonesia ini,” tegas Puan seperti dikutip dari Parlementaria.
Politikus PDI Perjuangan itu meminta pihak berwajib menyelidiki kasus ini dengan seksama, dan jajaran Polri di seluruh daerah juga memantau kondisi di wilayahnya masing-masing untuk mengantisipasi hal serupa terulang kembali.
Polisi mengungkap sel kerangkeng penjara di rumah Bupati Langkat awalnya digunakan untuk pembinaan terhadap remaja nakal dan pecandu narkoba. Namun kemudian para penghuni sel dipekerjakan tanpa upah di pabrik kelapa sawit milik Bupati, dengan maksud sebagai pembekalan keahlian.
Mantan Menko PMK ini juga menyoroti laporan polisi bahwa kegiatan pembinaan di rumah Bupati Langkat tersebut tidak memiliki izin, meski sudah beroperasi selama 10 tahun.
“Melakukan pembinaan dengan mengurung seseorang di dalam penjara bukan hal yang bisa dibenarkan,” tegas Puan. []
Baca juga: Dua Pasien Omicron Meninggal, Puan Maharani Minta Program Vaksinasi Dikebut












