Pelopor.id | Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menerima kunjungan kerja DPRD Jawa Tengah yang didampingi perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Direksi PT Tirta Utama (Perseroda), pada Jumat (17/12/2021).
Dalam kesempatan itu, mereka membahas tentang pengembangan wilayah Jateng yang mencakup pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT Batang) dan penyedian infrastruktur pendukungnya, khususnya Sumber Daya Air.
“KIT Batang menjadi salah satu proyek yang sangat kami perhatikan, mengingat kami bertugas sebagai Delivery Assurance Unit untuk memantau progres pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Pantai Suraji.
KIT Batang dibuat untuk menjawab tantangan pasca-pandemi, selain untuk meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat dan sebagai salah satu peluang investor perindustrian asing di Indonesia.
“Dengan akan didirikannya berbagai industri di sana, dibutuhkan pemenuhan fasilitas air bersih, juga pengelolaan air limbah dan sampah di kawasan KIT Batang. Kami berharap ada dukungan regulasi agar kami dapat terlibat secara aktif,” ujar Ketua Komisi C DPRD Jateng Bambang Hariyanto.
Beberapa industri yang akan didirkan di kawasan industri tersebut, antara lain industri makanan dan minuman, industri teknologi informatika dan elektronik, industri kimia, industri tekstil dan baterai, industri riset dan pengembangan juga komersial, serta industri otomotif dan peralatan transportasi.
Terkait hal itu, Direktorat Jenderal Cipta Karya pun akan melaksanakan sejumlah pembangunan, seperti Instalasi Air Minum (IPA), jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terintegrasi, serta pembuatan jaringan perpipaan air limbah di KIT Batang.
Adapun IPA yang mulai dikerjakan tahun 2021 tersebut diproyeksikan selesai tahun 2023. []
Baca juga: Kemenko Marves Terus Upayakan Regulasi dan Pelindungan Pelaut di Indonesia












