Pelopor.id | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi para pengungsi korban banjir yang menempati penampungan sementara di Gedung Olahraga (GOR) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kehadiran Risma pada Selasa (23/11/2021) disambut Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo dan Wali Kota Palangkaraya Farid Naparin.
Risma mengingatkan para pemimpin daerah agar tidak lengah dan tetap waspada, meskipun banjir di Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah surut. Pasalnya, hal itu tidak mengindikasikan bahwa bencana telah berlalu. Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Februari 2022.
Dengan kondisi seperti itu, Risma mengajak kepala daerah di Kalteng untuk melakukan langkah-langkah mitigasi bencana, termasuk menyiapkan titik untuk didirikan lumbung sosial (bufferstock). “Kita tidak menghendaki adanya bencana lanjutan. Tapi tetap perlu disiapkan agar mengurangi resiko bencana. Saya kira perlu pendirian bufferstock di setiap kecamatan,” ujarnya.
Untuk keperluan itu, Risma meminta kepala daerah menyusun pemetaan wilayah. “Saya akan rapat bersama Kepala daerah untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan lumbung sosial besok,” ucapnya.
Baca juga: Tri Rismaharini Akan Bangun Sistem Command Center untuk Percepat Penanganan Masalah Sosial
Dari GOR KONI, Risma dan rombongan bergerak menuju salah satu lokasi terdampak banjir di Kota Palangkaraya, yaitu Kampung Flamboyant Baru, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut.
Dalam rangkaian kunjungan kerja ini, Risma menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15.000.000, atas nama Misdi (L/85), yang diterima anaknya selaku ahli waris Nur (P/36).
Selain santunan kematian, Kemensos juga memberikan bantuan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), bantuan logistik, dan bantuan Atensi. LDP diberikan kepada para penyintas banjir dengan tujuan mengurangi beban psikologis dan memulihkan dari trauma. Adapun total bantuan Atensi dari Kemensos mencapai Rp 851.848.500, yang merupakan bantuan dari Balai Budi Luhur Banjarbaru dan Balai Gau Mabaji Gowa. []












