Pendapatan Bengkel Otomotif Menguap Rp 130 Triliun Pada 2021

0
Bengkel
Ilustrasi Bengkel Otomotif. (Foto:Pelopor.id/Ist)

Pelopor.id – Persatuan Bengkel Otomotif atau PBOIN mengatakan, potensi pendapatan pengusaha bengkel menguap 130 triliun rupiah sepanjang tahun ini. Khusus sektor bengkel otomotif UMKM, mekanik lepas dan penjualan sparepart, potensi pendapatan yang hilang mencapai 62 setengah triliun.

Penurunan potensi pendapatan terjadi akibat menurunnya transaksi perdagangan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan sepanjang Januari hingga Oktober tahun ini, juga perdagangan sparepart atau suku cadang.

“Rata-rata penurunan pendapatan bengkel otomotif tahun 2021 selama pandemi berkisar 40 persen.”

“Penurunan potensi pendapatan terjadi akibat menurunnya transaksi perdagangan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan sepanjang Januari-Oktober 2021, juga perdagangan spare part atau suku cadang,” tutur Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif Hermas Efendi Prabowo, di Jakarta, 31 Oktober 2021.

Menurutnya, selama pandemi mayoritas bengkel mobil, motor, body repair, dan bagian-bagian lainnya harus tutup. Kondisi ini membuat para pengusaha terpaksa mem-PHK sebagian pekerja, meliburkan sementara, atau memotong gaji agar bisa bertahan. Rata-rata penurunan pendapatan bengkel otomotif tahun ini berkisar 40 persen.

Baca juga :

“Rata-rata penurunan pendapatan bengkel otomotif tahun 2021 selama pandemi berkisar 40 persen,” sebut Hermas.

khusus bengkel UMKM tambah Hermas, biaya sewa bengkel ada yang tetap, namun tak sedikit yang menaikkan biaya sewa. Padahal, 95 persen bengkel otomotif UMKM di perkotaan lokasinya kontrak. []