Biografi Pendiri Bank BCA, Sudono Salim

- Editor

Minggu, 12 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri Bank BCA, Sudono Salim. (Foto: Pelopor.id/Wikipedia)

Pendiri Bank BCA, Sudono Salim. (Foto: Pelopor.id/Wikipedia)

Perlopor.id | Jakarta – Pengusaha sukses Soedono Salim (Sudono Salim) merupakan pendiri Grup Salim. Grup tersebut, terdiri dari Indofood, Indomobil, Indocement, Indosiar, BCA, Indomaret, Indomarco, PT Mega, Bank Windu Kencana, PT Hanurata, PT Waringin Kencana, serta perusahaan-perusahaan lainnya.

Konglomerat sekaligus pengusaha sukses asal negeri Tiongkok ini lahir di Fuqing, Fujian, China pada tanggal 16 Juli 1916 dan meninggal di Singapura pada tanggal 10 Juni 2012. Ia meninggal dikarenakan usia yang sudah tak muda lagi yakni 95 tahun.

Nama asli Sudono Salim adalah Liem Sioe Liong atau diucapkan Lin Shaoliang, berhasil menduduki pada peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia bahkan Asia. Pria yang kerap disapa dengan “Paman Lim” ini, adalah putra kedua dari keluarga miskin yang bekerja sebagai petani Fujian.

Sudono Salim: “Dengan uang, kamu bisa membeli posisi, tetapi bukan rasa hormat.” 

Saat dirinya berusia 15 tahun, dirinya terpaksa harus berhenti bersekolah lantaaran masalah keuangan yang melanda keluarganya. Selanjutnya, ia harus membantu ayahnya berjualan mie di dekat desanya pada saat itu.

Namun, kemudian tak banyak orang yang mengetahui latar belakang dari seorang Sudono Salim yang hidup serba susah dan harus bekerja keras hingga akhirnya kisahnya pun ditulis dalam sebuah buku yang berjudul “Bagaimana Strategi Sukses Wirausaha Etnis Tionghoa di Asia Tenggara? Analisis Beragam dari Grup Salim Indonesia” ditulis oleh Marleen Dieleman.

Kisah perjalanan suksesnya pun dimulai dari sebuah pelabuhan kecil, Fukien di daerah Selatan Benua Tiongkok ke Amoy, dimana sebuah kapal dagang Belanda bersandar dan menyebrangi Laut Tiongkok yang kemudian satu bulan setelahnya sampai di Indonesia.

Atas dasar alasan kesusahan yang dialaminya selama di tempat kelahirannya akhirnya pada tahun 1936, Lim Sioe Liong bermingrasi ke Indonesia. Kakaknya, Lim Siu Hie sudah lebih dulu bermigrasi ke negara Indonesia. Paman Lim mengikuti jejak saudaranya di Medan, Sumatera Utara, dengan harapan kelak dirinya mempunyai kehidupan yang lebih baik.

Mulanya, Lim menjalankan bisnis minyak kacang hingga dirinya bisa menjadi pemasok cengkeh sejak jaman revolusi. Secara illegal atau penyelundupan bahan baku dari Maluku, Sumatera, Sulawesi Utara melalui Sinngapura untuk kemudia melalui jalur khusus penyelundupan menuju Kudus. Sejak dulu, Kota Kudus merupakan kota yang terkenal sebaagai pabrik rokok kretek, yang dimana pabrik-pabrik tersebut membutuhkan bahan baku tembakau dan cengkeh.

Indofood
Logo Indofood. (Foto:pelopor.id/

Tak heran jika saat itu, komuditas cengkeh menjadi penghasilan utama yang menjanjikan bagi bisnis yang dijalankan oleh Paman Lim. Ia juga memasok obat-obatan untuk tentara Revolusi Nasional Indonesia (sebelum Perang Dunia 2 dan era Imperialisme Belanda terjadi).

Dengan hal tersebut, Lim berhubungan akrab dengan Presiden Indonesia saat itu yakni Soeharto. Mulai akhir tahun 1950an, Lim memperluas kekayaannya dengan berbisnis beberapa perusahaan baru seperti PT. Indofood, PT. Indocement, PT. Indosiar, serta perusahaan lainnya dibawah naungan Grup Salim.

Sebelumnya, saat dirinya berada di Kudus, Lim berkenalan dengan gadis asal Lasem. Gadis tersebut bersekolah di sekolah Belanda Tionghoa. Lim jatuh cintah, akhirnya melamar gadis tersebut. Tetapi, nasib berkata lain, Lim di tolak oleh kedua orang tua gadis tersebut dengan alasan takut anak gadisnya akan dibawa ke Tiongkok oleh Lim.

Kekhawatiran tersebut muncul karena mimic wajak Lim yang kental asli negeri Tiongkok. Namun, Lim tak pantang menyerah. Hingga akhirnya Lim berhasil menaklukkan hati kedua orang tuanya. Lim menikah dengan gadis kesayangannya dan dirayakan selama 12 hari. Melihat dari keluarga sang wanita juga dari keluarga yang terpandang.

Semenjak menikah, Lim makin semangat dalam bekerja dan menjalankan bisnisnya. Usaha yang dijalaninya pun terus berkembang. Namun, nasib berkata lain saat awal tahun 1940an, Jepang menjajah Indonesia, kemudian usahanya pun gulung tikar. Sudah jatuh tertimpa tangga, Lim mengalami kecelakaan mobil. Dari seluruh penumpang yang berada dalam mobil tersebut meninggal kecuali Lim sendiri. Akhirnya Lim pindah ke Jakarta.

Baca Juga :   Taufan Rahmadi Ungkap Sosok Dibalik Suksesnya Billebante jadi Juara Desa Wisata BCA Award 2021

Pada pemerintahan dan pembangunan orde baru, bisnisnya pun meningkat tajam. Pada tahun 1969, Paman Lim bersama Sudwikatmono, Djuhar, dan Ibrahim Risjad mendirikan CV Waringin Kentjana. Dalam CV tersebut diketahui, Paman Lim sebagai chairman sedangkan Sudwukatmono sebagai CEO. Keempat orang tersebut belakangan disebut dengan The Gang of Four ini pada tahun 1970 mendirikan pabrik tepung terigu PT Bogasari Flour Mill dengan bermodalkan pinjaman pemerintah.

Bogasari merupakan perusahaan swasta yang memonopoli suplai tepung terigu untuk Indonesia bagian Barat, yakni sekitar 2/3 penduduk Indonesia disamping PT. Prima untuk bagian Timur Indonesia. mungkin, hanya Bogasari yang diberikan fasilitas khusus dari pemerintah yaitu memiliki pelabuhan sendiri dan kapal-kapal raksasa supaya terigu yang dikirimkan bisa langsung merapat ke pabrik.

Pada mulanya, PT Bogasari Flour Mill berpusat di Jalan Asemka, Jakarta dengan luas tidak lebih dari 100meter. Hampir semua perusahaan yang Lim Sioe Liong jalankan berkolaborasi dengan Lin Wen Chiang alias Djuhar Sutanto yang juga seseorang asal Fukien, Tiongkok.

Pada tahun 1970an, Paman Lim memperluas bisnisnya dengan merambah ke perbankan dengan mendirikan Bank Central Asia (BCA) bersama Mochtar Riyadi. Ditahun yang sama, BCA berkembang pesat menjadi Bank swasta terbesar kedua di Indonesia dengan total asset sebesar US $ 99 juta.

Logo BCA
Logo BCA. (Foto: Pelopor.id/Ist)

Diketahui, setelah sukses dengan Bank Central Asia, Mochtar Riyadi membangun perbankan baru dengan nama Lippo Bank. Pada tahun 1975, The Gang of Four ini mendirikan pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa. Lagi-lagi, pabrik yang mereka dirikan nyaris memonopoli semen di Indonesia.

Hingga The Gang of Four mendapat julukan sebagai Tycoon of Cement. Tak hanya PT Indocement Tunggal Perkasa, The Gang of Four bersama Ciputra mendirikan perusahaan real estate PT Metropolitan Development. Hasil dari perusahaan real estate yang di bangun tersebut yaitu, perumahan mewah di kawasan Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

Selain itu, Paman Lim juga mendirikan bisnis di industri otomotif dibawah bendera PT Indomobil. Pada tahun 1997, ketika krisis moneter terjadi di Indonesia, Paman Lim mulai mengalami penurunan yang signifikan dari semua bisnis yang dijalaninya.

Hingga akhirnya memaksa Paman Lim untuk melepaskan beberapa perusahaannya yang telah dirintis selama ini, yaitu PT Indomobil, PT Indocement, dan PT Bank Central Asia untuk menutup segala utang yang mencapai 52 triliun rupiah saat itu. Kerusuhan yang melanda pada tahun 1998 juga menargetkan rumahnya sebagai sasaran serangan oleh Real-Indonesia lokal (Gerakan Pembersihan Etnis).

Meskipun hampir dilanda kebangkrutan, Paman Lim tidak menyerah dengan apa yang terjadi. Dengan sisa uang koperasi yang ia miliki, Paman Lim mendirikan PT Indofood TBK (perusahaan yang terkenal dengan makanan Indomie di seluruh dunia sampai sekarang), dan meminta putranya (Anthony Salim) untuk mengambil dan membangun kembali bisnisnya.

Sebagai hasilnya, pada akhir tahun 2006, anaknya kembali menjadi orang terkaya ke 10 di Indonesia yang asetnya dihitung senilai USD 800juta pada waktu itu oleh Forbes Magazine Version. Paman Lim menghabiskan sisa hidupnya di Singapura setelah rumahnya rusak akibat digrebek pada krisis moneter tahun 1998.

Anthony Salim membiarkan ayahnya pensiun dan beliau lah yang menggantikan sisa bisnis yang dijalankan oleh Paman Lim. Pada 11 Juni 2012 hampir satu bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-96, Sudono Salim atau yang biasa di sebut Paman Lim menghembuskan nafas terakhirnya di Raffles, Singapura karena usianya yang tak lagi muda. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
Bank Jakarta Terapkan eForm di KCP Kebayoran Park, Permudah Transaksi Nasabah di Kantor Cabang
Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern
Gestone Villa & Resto Batu Karas Lestarikan Tradisi Hajat Laut Pangandaran
Direktur Utama Bank Jakarta: Optimalisasi Keamanan Siber Jadi Fokus Strategi Pengembangan
Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi
Bank Jakarta Raih Tiga Penghargaan pada 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:03 WIB

Ryan Gosling Perankan Karakter Ghost Rider Versi Marvel Cinematic Universe

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:40 WIB

Langgar Privasi, TikTok dan Apple Kena Denda di Korea Selatan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:58 WIB

Bicara Persatuan di Piala Dunia 2026, Tom Cruise Tuai Kritik Pedas

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:33 WIB

Shakira dan Burna Boy Hidupkan Semangat Global di Mexico City

Kamis, 9 Oktober 2025 - 22:00 WIB

BRAVE 2025 Siap Guncang Bintan dengan Rave Party Bertema Bioluminescence

Jumat, 10 Mei 2024 - 19:58 WIB

Temuan Potongan Tikus Picu Penarikan Roti Terkenal di Jepang

Minggu, 28 April 2024 - 13:46 WIB

Alroji Saku John Jacob Astor Pecahkan Rekor Harga Artefak Titanic

Minggu, 4 Juni 2023 - 18:03 WIB

Kecelakaan Kereta Mematikan di India Terkait Kegagalan Sistem Sinyal

Berita Terbaru

Komedian Zainal Abidin Zetta alias Diding Boneng. (Foto: Istimewa)

Nasional

Diding Boneng Meninggal Dunia, Ikon Warkop DKI Tutup Usia

Senin, 3 Agu 2026 - 19:00 WIB

Dokumentasi laga Aston Villa Vs Indonesia All Stars. (Foto: Instagram/astonvilla)

Nasional

Skor 3-1 Akhiri Laga Aston Villa vs Indonesia All Stars

Minggu, 2 Agu 2026 - 01:37 WIB