Menkes: Vaksin Dosis Ketiga dengan Moderna Hanya untuk Tenaga Kesehatan

- Editor

Selasa, 3 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto:Pelopor.id/Sekretariat Presiden)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto:Pelopor.id/Sekretariat Presiden)

Pelopor.id | Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pemerintah hanya memberikan vaksinasi dosis ketiga dengan menggunakan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan. Pasalnya, vaksin tersebut diharapkan membuat para tenaga kesehatan semakin terlindungi dalam menjalankan perannya sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

Hal ini, disampaikan Menkes saat memberikan keterangan pers selepas rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo melalui konferensi video pada Senin, 2 Agustus 2021.

“Saya tahu banyak yang ingin mendapatkan booster ketiga, vaksin ketiga. Tolong berikan itu kepada tenaga kesehatan yang harus berjuang mati dan hidup dalam peperangan pada pandemi ini dan tolong kita utamakan saudara-saudara kita 140 juta rakyat Indonesia belum mendapatkan akses terhadap vaksin.”

“Kami memastikan bahwa vaksinasi ketiga booster dengan vaksin Moderna itu kita berikan ke seluruh tenaga kesehatan kita. Sudah didistribusikan ke seluruh provinsi dan saya mohon sekali agar itu segera disuntikkan ke seluruh tenaga kesehatan kita agar mereka lebih siap menghadapi kalau adanya nanti pasien-pasien yang masuk,” tuturnya.

Banyak pihak yang ingin mendapatkan suntikan vaksin dosis ketiga. Namun, Menkes mengingatkan bahwa hingga saat ini masih terdapat 140 juta masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama.

“Saya tahu banyak yang ingin mendapatkan booster ketiga, vaksin ketiga. Tolong berikan itu kepada tenaga kesehatan yang harus berjuang mati dan hidup dalam peperangan pada pandemi ini dan tolong kita utamakan saudara-saudara kita 140 juta rakyat Indonesia belum mendapatkan akses terhadap vaksin,” pinta Menkes.

Menkes juga meneruskan pesan Presiden Joko Widodo yang mengarahkan agar vaksinasi diprioritaskan kepada daerah-daerah tertentu yang memiliki kasus konfirmasi dan angka kematian yang paling tinggi. Hal ini disebabkan oleh jumlah vaksin yang diterima oleh pemerintah masih terbatas pasokannya.

Baca Juga :   Menko Luhut: Gernas BBI Momentum Hilirisasi Produk Unggulan Papua

“Kenapa kita berikan ke beberapa kabupaten/kota lebih banyak? Karena memang kematiannya paling tinggi di sana, orang yang terkena paling tinggi di sana. Jadi mohon pengertiannya memang sampai di bulan Juni kita baru mendapat sekitar 22 persen dari total vaksin yang kita butuhkan,” jelas Menkes.

Terkait stok vaksin, pemerintah akan menerima lebih dari 300 juta dosis vaksin mulai bulan Agustus sampai Desember. Oleh sebab itu, Menkes mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan vaksinasi yang telah disediakan demi kepentingan bersama.

“Saya percaya bangsa Indonesia itu sudah banyak sekali mengalami tekanan, mengalami kesulitan, mengalami kegagalan, tapi kita selalu bisa bangkit. Kita kembali melawan selama kita melakukan bersama-sama,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menkes juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak, terutama di Pulau Jawa dan Bali, yang sudah bekerja keras menghadapi pandemi Covid-19, sehingga angka kasus aktif dapat menurun dalam seminggu terakhir.

“Jadi sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua pejabat publik, kepala daerah, TNI, Polri yang sudah bekerja keras untuk bisa menghadapi pandemi ini terutama di Jawa-Bali yang kemarin naik sangat-sangat tinggi,” sebut Budi. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gandeng Damkar Bantaeng, Huadi Group Gelar Latihan Tanggap Darurat
Didukung Huadi Group dan Pemda Bantaeng, Taekwondo Optimis Raih Medali
AHY di WWF 2024: Masyarakat Dunia Harus Atasi Kelangkaan Lahan dan Air
Warga Bantaeng Akui Gerak Cepat Huadi Group dan Kodim 1410 Lewat Program RTLH
Huadi Group Berbagi Berkah Tiap Jumat, Jemaah Masjid: Alhamdulillah
Kata Adang Daradjatun Soal Sindikat Penjualan Narkoba dalam Kemasan Makanan
Bantu Korban Kebakaran di Sinoa, Huadi Group Salurkan Bantuan
Huadi Group Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Longsor Lewat Dinsos Bantaeng

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 16:59 WIB

Lirik Lagu Pengen Ini Itu – Vikri And My Magic Friend

Sabtu, 22 Juni 2024 - 01:34 WIB

Bruno Mars Siap Gelar Dua Konser di Jakarta International Stadium

Sabtu, 22 Juni 2024 - 00:43 WIB

Crab Mentality Jadi Tema Utama Single Pengen Ini Itu Milik Vikri and My Magic Friend

Jumat, 21 Juni 2024 - 12:00 WIB

Single Dengarkanlah Milik Anov Blues One Resmi Dirilis

Rabu, 19 Juni 2024 - 22:50 WIB

Lirik Lagu Aku Lelah, tapi Aku Kan Kembali – Aldi Handaling

Jumat, 14 Juni 2024 - 23:42 WIB

Aldi Handaling Bahas Soal Kehidupan di Single Baru Aku Lelah, tapi Aku kan Kembali

Minggu, 9 Juni 2024 - 14:51 WIB

We The Fest 2024 Umumkan Peach Pit dan Marcell di Line Up Fase 3

Rabu, 5 Juni 2024 - 14:49 WIB

Swag Event Kumpulkan Element, Basejam, hingga The Chasmala di Satu Panggung

Berita Terbaru

Proyek musik solo Vikri Rahmat, Vikri and My Magic Friend. (Foto: Reallist Management)

Musik

Lirik Lagu Pengen Ini Itu – Vikri And My Magic Friend

Minggu, 23 Jun 2024 - 16:59 WIB

Musisi blues, Anov Blues One. (Foto: Reallist Management)

Musik

Single Dengarkanlah Milik Anov Blues One Resmi Dirilis

Jumat, 21 Jun 2024 - 12:00 WIB