James F. Sundah Kembali Berkarya Lewat Lagu Pop/EDM Bertajuk Seribu Tahun Cahaya

- Editor

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster promosi single Seribu Tahun Cahaya milik James F. Sundah. (Foto: Istimewa)

Poster promosi single Seribu Tahun Cahaya milik James F. Sundah. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Setelah hampir lima dekade sejak menciptakan lagu legendaris Lilin-Lilin Kecil yang dipopulerkan oleh Chrisye pada 1977, komponis dan produser musik Indonesia James F. Sundah kembali hadir dengan karya monumental bertajuk Seribu Tahun Cahaya.

Lebih dari sekadar lagu cinta, Seribu Tahun Cahaya adalah karya yang membawa pesan edukatif tentang pentingnya keadilan dalam industri musik. James menyoroti bagaimana banyak peran kreatif sering kali diabaikan dalam kontrak yang tidak adil.

Ia berharap karya ini menjadi pengingat akan pentingnya transparansi hak ekonomi di era digital, di mana semua data pendapatan sebenarnya sudah tercatat dengan jelas.

“Semua pihak dalam industri musik Indonesia punya tanggung jawab, hak, dan kewajiban untuk menjaga agar sistem ini berjalan adil dan berkelanjutan,” tuturnya.

Saat ini lagu Seribu Tahun Cahaya telah tersedia di berbagai platform musik digital, dan video musik resminya dapat disaksikan melalui saluran YouTube James F. Sundah.

Lagu ini bukan hanya menandai kembalinya sang maestro ke panggung musik, tetapi juga menjadi simbol cinta, dedikasi, dan perjuangan panjang dalam menjaga integritas industri musik.

Dirilis secara serentak dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Jepang, dan dari tiga benua berbeda (Asia, Amerika, dan Eropa), lagu ini juga mencetak rekor MURI untuk “Penerbitan Serentak Single Tiga Bahasa dari Tiga Benua, dengan Peran Terbanyak Berhak atas Hak Ekonomi Hak Cipta Karya Lagu”.

Single Seribu Tahun Cahaya merupakan persembahan pribadi James untuk sang istri, Lia Sundah Suntoso, yang menjadi sumber inspirasi utama lagu ini.

James mengaku telah menulis lagu ini sejak dua dekade lalu, namun baru dirilis setelah melewati masa-masa sulit, termasuk saat dirinya dirawat karena kondisi kritis akibat kanker.

Baca Juga :   Konser Dewa 19 Bareng Musisi Dunia Sukses Digelar di Stadion Manahan Solo

“Setelah istri dan anak saya merawat saya dengan penuh kesabaran, saya merasa harus segera merilis lagu ini sebagai ungkapan syukur,” ujar James.

Lagu ini mengusung genre Pop/EDM dan diproduksi secara independen oleh James di New York, lalu didaftarkan di US Copyright Office.

Keputusan ini diambil karena James merasa sistem hak cipta di Indonesia belum mampu memberikan perlindungan yang adil bagi para pelaku kreatif.

Dalam proses produksinya, James tidak hanya bertindak sebagai pencipta lagu, tetapi juga sebagai arranger, musisi, produser eksekutif, sound engineer, hingga videographer. Ia ingin menegaskan bahwa setiap peran dalam proses kreatif berhak atas pengakuan dan kompensasi ekonomi yang setara.

Perjalanan panjang lagu ini juga melibatkan dua penyanyi berbakat dari generasi berbeda. Meilody Indreswari, juara Bintang Radio RRI 2007, menjadi penyanyi pertama yang merekam lagu ini dalam lima bahasa sebagai guide vocal, termasuk versi Jepang.

Ia mengenang proses rekaman yang penuh tantangan, terutama dalam pelafalan bahasa asing yang harus diperiksa langsung oleh native speaker.

“Saya ikut merasakan pesan lagunya: penantian panjang yang akhirnya terjawab bahagia,” ucap Meilody.

Sementara itu, Claudia Emmanuela Santoso, pemenang The Voice of Germany 2019, dipercaya membawakan versi bahasa Indonesia dan Inggris. Claudia mengaku merinding saat pertama kali mendengar lagu ini.

“Sudah lama tidak ada lagu seperti ini. Liriknya dalam, melodinya puitis, dan penuh rasa,” ujarnya.

James pun menambahkan sentuhan khas pada tiap versi: angklung dan kolintang untuk versi Indonesia, koto dan shakuhachi untuk versi Jepang, serta nuansa “outer space” melalui synthesizer untuk versi Inggris. []

Facebook Comments Box

Berita Terkait

LUMINA, Girl Group Indonesia–Korea, Rilis Single Debut 안녕. Bintang
Java Jazz Festival 2026 Umumkan Deretan Lineup Internasional dan Nasional
4 Musisi Senior Hadir di Single Yang Masih Bisa Berdoa Milik Lindee Cremona
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Donny Fattah God Bless Meninggal Dunia, Kancah Rock Indonesia Berduka
Idgitaf Berbagi Panggung dengan Teman Tuli di KLBB Festival 2026
Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua
Priska Baru Segu Rayakan Usia 30 dengan Stand-Up Comedy Spesial
Komponis legendaris Indonesia, James F. Sundah, kembali merilis karya istimewa berjudul Seribu Tahun Cahaya.

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:47 WIB

LUMINA, Girl Group Indonesia–Korea, Rilis Single Debut 안녕. Bintang

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:58 WIB

Java Jazz Festival 2026 Umumkan Deretan Lineup Internasional dan Nasional

Rabu, 11 Maret 2026 - 01:34 WIB

4 Musisi Senior Hadir di Single Yang Masih Bisa Berdoa Milik Lindee Cremona

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:59 WIB

Vidi Aldiano Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker Ginjal

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:10 WIB

Idgitaf Berbagi Panggung dengan Teman Tuli di KLBB Festival 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 22:17 WIB

Aksi Kolektif Wartawan Musik di KLBB Festival Bagikan Takjil di Program Dari Media Untuk Semua

Senin, 2 Maret 2026 - 02:17 WIB

Priska Baru Segu Rayakan Usia 30 dengan Stand-Up Comedy Spesial

Senin, 2 Maret 2026 - 00:50 WIB

Poster Terbaru Film Na Willa Tampilkan Dunia Imajinasi Anak

Berita Terbaru