Jakarta | Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve atau The Fed, berjanji menaikkan suku bunga 0,5% pada pertemuan mereka pekan depan dan akhir Juli, menyusul kenaikan 0,5% pada Mei dan dimulainya pengurangan neraca bulan ini.
Jika terwujud, ini akan menjadi pengetatan kebijakan yang lebih dalam waktu tiga bulan, dibandingkan dengan yang dilakukan The Fed sepanjang 2018.
Pedagang berjangka yang terkait dengan suku bunga kebijakan The Fed pun semakin percaya diri dalam menetapkan harga, setelah data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan harga makanan dan harga gas yang naik signifikan, mendorong indeks harga konsumen (CPI) melonjak 8,6% bulan lalu secara year-on-year.
“Kami percaya bahwa data inflasi hari ini, baik ekspektasi inflasi CPI dan UMich adalah pengubah permainan yang akan memaksa The Fed untuk beralih ke gigi yang lebih tinggi dan pengetatan kebijakan beban depan,” tulis Aneta Markowska dari Jefferies, seperti dilansir dari Reuters.
Inflasi inti, yang menghilangkan harga energi dan makanan yang bergejolak, naik 6% pada Mei, turun sedikit dari kecepatan April 6,2% namun jauh dari tanda jelas dan meyakinkan dari penurunan tekanan harga, yang menurut Ketua Fed Jerome Powell, perlu dilihat sebelum memperlambat kenaikan suku bunga.[]












