Pameran Seni Rupa Kontemporer Karya Guo Peng

- Editor

Jumat, 19 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu karya lukisan Guo Peng yang akan ditampilkan dalam pameran seni rupa kontemporer selama sebulan di Jakarta (20 November-19 Desember 2021). (Foto: Pelopor/Yun Artified Community Art Center).

Salah satu karya lukisan Guo Peng yang akan ditampilkan dalam pameran seni rupa kontemporer selama sebulan di Jakarta (20 November-19 Desember 2021). (Foto: Pelopor/Yun Artified Community Art Center).

Pelopor.id | Jakarta – Yun Artified Community Art Center kembali mengadakan pameran seni rupa kontemporer,kali ini menghadirkan karya-karya seniman Guo Peng, yang bertemakan “INK TRANSFORM”. Pameran ini dijadwalkan mulai tanggal 20 November 2021, dan berakhir pada 19 Desember 2021.

Dalam proses berkarya, seniman Guo Peng mengeksplorasi sisi kreativitasnya dengan menghasilkan karya-karya yang syarat dengan nilai oriental tradisional yang ia warisi namun tetap mengikuti konteks global dengan menyajikan unsur-unsur karya visual kontemporer. Karya-karya yang dihasilkan oleh seniman Guo Peng berisikan gabungan unsur multikultur Asia, yang terlihat pada karyanya ketika menggambarkan lansekap kehidupan lokal atau bentuk modern di Kota besar.

Dalam perjalanan dirinya, seniman Guo Peng telah mengalami perubahan cara pandang terhadap politik, sosial dan budaya. Dengan perubahan yang dialami oleh dirinya dalam kehidupan nyata, hal ini terlihat dari cara ia mengeksplorasi bentuk Bahasa lukisannya, terlihat jelas jika ia memiliki perubahan karakteristik spiritual.

Kurator pameran, Dr. Lim Poh Teck, Art Critics, Curator Peking University President, Nanyang Academy of Fine Arts Alumni Association dalam catatan kuratorialnya menjelaskan “Lukisan Guo Peng menunjukkan kognisi tradisi Asia Tenggara dalam bentuk kehidupan modern yang merupakan cermin kehidupan, budaya dan emosinya.

Jika dilihat dari cara bereksplorasi artistiknya, Guo Peng menerjemahkan konsep lukisan dari lanskap kehidupan tradisional, kemudian secara bertahap menuju kedalam bentuk penciptaan yang memadukan Bahasa seni Timur dan Barat, mengeksplorasi perpaduan tradisional dan modern.

Pameran Lukisan Guo Peng.
Pameran Lukisan Guo Peng selama sebulan (19 November-20 Desember 2021). (Foto: Pelopor/Yun Artified Community Art Center).

Selain itu, makna mendalam dari eksplorasi yang ia lakukan adalah ketika menafsirkan karakteristik budaya peradaban kuno Asia Tenggara, hal ini lah yang disebut dengan Bahasa INK yang ditampilkan oleh Guo Peng dalam eksplorasi Lukisannya. Ink Transform merupakan spirit INK yang terpancar dari lubuk hati Guo Peng.

Pada pameran ini salah satu karya “Vine” merupakan karya yang mengungkapkan suasana hati dan pikiran Guo Peng dalam proses penciptaan, ia berharap dapat membangun “ruang”dalam karya ini melalui eksplorasi “INK” nya. Melalui karya ini, ia mencoba mengekspresikan individualitas dan kebebasan ideologi dari bentuk Bahasa lukisan yang dibuat.

Karya abstrak lanskap yang dibuat dengan Teknik freehand, menggambarkan “skenario” yaitu kehidupan local, sedangkan sapuan kuasnya (stroke) menafsirkan harapan dan emosi dalam kehidupan. Karya Lanskap yang diungkapkan dalam pameran Ink Transform ini juga merupakan “image” dalam pikiran Guo Peng, ia mengeksplorasi “artistic conception” dalam lukisannya.

Seri lukisan Guo Peng yang ditampilkan kali ini merupakan karya yang menunjukan kepeduliannya terhadap alam dan ruang.  Tema penciptaan menunjukan gambaran kehidupan yang beragam, karya “imaginary of landscape” menjelaskan hubungan antara INK (tinta) dan ruang, dan menunjukan kekayaan INK (tinta) itu sendiri, menunjukan pengembangan dunia INK (tinta) dengan konsep artistik baru sejak Dinasti Song, Yuan, Ming dan Qing. Untuk mengeksplorasi hal baru dalam hidup, ia cermat mengekspresikan dalam lukisan tradisional, dan integrasi bentuk lukisan kontemporer untuk membangun Bahasa INK yang unik.

Baca Juga :   Wow, Salinan Lukisan Mona Lisa Laku Rp 3,4 Miliar

Sebagai pendiri dan pengelola Yun Artified Community Art Center, Yince Djuwija, dengan semangat menjelaskan bahwa proses kreatif Guo Peng akan memberikan inspirasi dan referensi menarik bagi para pemerhati seni dan juga  pelajar. Tidak hanya itu pameran ini juga diharapkan dapat membuka cakrawala baru, dan memberikan kontribusi bagi penciptaan seni di Asia Tenggara. Khususnya dapat memberikan inspirasi dan menambah vitalitas di dunia seni dibawah kesuraman epidemi.

Lukisan Guo Peng.
Salah satu lukisan karya Guo Peng.(Foto: Pelopor/Yun Artified Community Art Center).

Sosok seniman Guo Peng

Lahir di Kota Pi Zhou, Provinsi Jiang Su, Cina, pada 1980 Guo Peng lulus pada tahun 2004 dari sekolah School of Fine Arts Nanjing Normal University. Pada tahun yang sama, ia pun mengadakan pameran kaligrafi dan pameran tunggal. Ia merupakan seniman dari Jiang su Imperial Art Academy pada tahun 2005, gaya artistiknya dipengaruhi oleh maestro seni China, Bada Shanren, Qi Baishi dan Lin Fengmian.

2010 merupakan tahun titik balik bagi perjalanan seni Guo Peng. Saat ia mencoba menjauh dari interaksi sosial dan membiarkan dirinya cukup waktu untuk berfikir tentang iman, kehidupan dan seni dalam keadaan dan pikiran yang lebih tenang. Sejak itu, ia mulai memperhatikan gaya lukisan yang berbeda di Asia Tenggara. Memadukan gaya asli Indonesia dengan impresionisme Barat, Ekspresionisme abstrak dan seni kontemporer, visinya mulai meluas dan pemikiran artistiknya menjadi lebih aktif.

Ia sangat memperhatikan karya dari seniman Asia tenggara, yaitu lukisan dari seniman Chen Wan-His, Cheong Soo Pieng, ia juga mengamati hasil karya affandi, seniman kontemporer Zhou Chunya, Cai Guo-Qiang, Xu Bing, pelukis China di Perancis seperti Zao Wou-ki, Chu The-Chun dan pelukis Jepang Yayoi Kusama.

Tentunya kita tidak akan melihat kemiripan karya-karya tersebut dalam karya Guo Peng, namun terkadang ia merasa melihat keanehan muncul dalam sapuan kuasnya yang belum pernah ia temui sebelumnya.

Ketika ia memutuskan untuk berhenti mengajar seni pada tahun 2021, ternyata momen ini menjadi sebuah transformasi besar bagi dirinya karena disaat itu pula Yun Artified Community Art Center merencanakan untuk mengadakan pameran lukisan tinta China dan akhirnya mengajak Guo Peng.[]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Didu Ungkap Bahaya Praktik Ekonomi Rakus ‘Serakahnomics’
WhatsApp, Google Maps dan X Bisa Digunakan Tanpa Internet
PGN Salurkan Gas Alam ke Cluster Mandar Bintaro
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tanah yang Dikuasai Perusahaan Skala Besar
BNN Identifikasi dan Musnahkan 2 Ladang Ganja
Kebut Jargas Bintaro, PGN Aliri Gas Kebayoran Villas dan Terrace
Weak Hero Class 2 : Si Penyendiri Mulai Punya Teman
Andi Amran Copot Anak Buah Yang Terima Fee Proyek

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Senin, 25 Mei 2026 - 18:01 WIB

Lindee Cremona dan Kawizz Sajikan Single Hiphop Ringan Malas Tapi Terpaksa

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:13 WIB

Single TÔ Fora Satukan Eksplorasi Kreatif Nyxx, Tokio, dan Iqua

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:32 WIB

Merchandise Kolaborasi Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:52 WIB

Rahasia Intelijen Hadirkan Kritik Tajam di Lagu Suci Tanah Pembantaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:22 WIB

Lindee Cremona Rilis Lagu dan Video Klip Bukan Akhir Cerita

Senin, 11 Mei 2026 - 17:03 WIB

Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Shuttle Gratis ke Venue di NICE PIK 2

Berita Terbaru

Musisi Gabriella Miranda alias gabsav. (Foto: Istimewa)

Musik

gabsav Bawa Nuansa Playful dan Berani di Single tangled

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:45 WIB

Grup duo elektronik, DNA bersama PARKZ. (Foto: Istimewa)

Musik

DNA Gandeng PARKZ, Rilis PAIN dengan Nuansa Cross-Genre

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:32 WIB